• header
  • sman gnk
  • Milad2
  • Wahidin Halim
  • Milad7
  • Sanitasi Sekolah 202
  • PAWAI KARNAVAL MILAD
  • Taman Sekolah 2020
  • OVJ
  • Paturay Tineung
  • Perpisahan2
  • UPacara MOP
  • 3M
  • Pakai Masker
  • Visitasi Daring 2022
  • Visitasi Daring 2022
  • Poco-poco
  • PPDB 2022/2023
  • Kegiatan ANBK 2022
  • Ruang Lobby
  • Foto Ruang Lobby
  • Komunitas Belajar
  • Kombel Ngopi Susu

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 GUNUNGKENCANA | Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 GUNUNG KENCANA

NPSN : 20601878

Jl.Raya Gunungkencana - Cijaku Km.3 Kec. Gunungkencana Kab.Lebak 42354


info@sman1gunungkencana.sch.id

TLP : 02525553885


          

Banner

Statistik

Login Member

Username:
Password :

Status Member

  • Ari Listyaningsih, S.Pd.I (Guru)
    2019-08-19 22:09:28

    Ass...Diberitahukan Kepada alumni SMAN 1 Gunungkencana Tahun 2019 ditunggu di sekolah pada hari Selasa, 20 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB un...
  • Dadang Suryaman, S.Pd, M.MPd (Guru)
    2019-08-11 19:52:03

    Bagi yang sudah login silahkan untuk update
  • Dadang Suryaman, S.Pd, M.MPd (Guru)
    2019-07-30 22:44:29

    3|8

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Kalau Ada Pemikiran Kudeta Militer, Saya Paling Depan Menolak




Jakarta - Berbagai isu terkait dengan peran dan fungsi TNI dibahas dalam bedah buku 'Transformasi TNI' karya Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, salah satunya soal kudeta militer. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan tidak boleh ada praktek kudeta.

"Kalau ada pemikiran militer untuk melakukan kudeta, sekarang saya yang paling depan mengatakan menolak dan tidak setuju!," ucap SBY dalam bedah buku di kantor CSIS Jalan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Hadir mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mantan Kepala Staf AL Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Wakasad Let Purn TNI Kiki Syahnakri, mantan Seskab Andi Widjajanto, CEO Polmark Indonesia Eep Saefulloh, Direktur Imparsial Al'araf, dan pengamat Ikrar Nusa Bakti. 

"Dan kalau ada yang nekad melaksanakan kudeta, saya akan berada di pihak yang berseberangan karena itu merusak apa yang sudah kita lakukan sampai hari ini," imbuhnya.

SBY mengatakan ada mekanisme yang bisa ditempuh oleh tentara untuk memberi masukan kepada Presiden sebagai panglima tertinggi di Indonesia, yaitu melalui komunikasi Panglima TNI.

"Presiden memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Kalau ada pikiran-pikiran TNI yang ingin disampaikan kepada Presiden, sampaikan di sini dengan cara yang baik, kontekstual sambil memberikan rekomendasi. Mungkin mengingatkan juga tidak dilarang. Pasti Presiden mendengarkan," ujar ketua umum Partai Demokrat itu.

"Tapi kalau tiba-tiba mengambil jalan pintas untuk melakukan kudeta atau pengambilalihan kekuasaan, saya kira demokrasi kita akan tercoreng dan kita akan mundur jauh ke belakang dan itu bukan pilihan reformasi yang kita laksanakan hingga saat ini," imbuh SBY. 
(bal/erd)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas